-->

"Akses Rasa Bahagia Orang Lain, Tunggu Giliran Kamu Sukses !"

 


"Akses Rasa Bahagia Orang Lain, Tunggu Giliran Kamu Sukses !"


By : Didin S. Winata


Sahabat positif selftalk,


Saya mempunyai teman yang suka sekali memposting tentang kesuksesan bisnisnya. Tak tanggung-tanggung, bisnis yang dia ceritakan itu adalah bisnis kelas paus, alias bisnis "em em eman". Bagi saya, yang sudah belajar ilmu vibrasi dan hukum daya tarik menarik tentu sangat senang. Saya selalu berusaha mengakses rasa kebahagiaan teman saya itu sambil mendoakan agar bisnisnya lancar dan selalu sukses.


Namun, tidak semuanya orang berpikir seperti saya. Tak sedikit yang menganggap teman saya itu sombong dan pamer. Terbukti dari cerita teman saya itu ternyata banyak temannya yang nyinyir dan curiga atas kesuksesannya. Sayang sekali, akhirnya temannya saya memutuskan untuk 'rehat' dulu dalam dunia perfesbukan.


Sahabat positif selftalk,


Sekarang coba tanya diri Anda sendiri, apa yang terlintas atau hadir dalam pikiran Anda ketika orang lain atau teman Anda terlihat lebih kaya dari Anda,  lebih makmur atau lebih berkelimpahan dari Anda atau bahkan lebih sukses dari Anda ? 


Atau ketika teman Anda memposting harta kekayaanya (uang)  di dinding facebook Anda dengan memperlihatkan uang transferan masuk ke rekeningnya. 


Bagaimana pula perasaan Anda ketika sahabat Anda memposting gambar tumpukan uang yang dimilikinya. 


Atau ketika teman Anda memposting foto jalan-jalan ke luar negerinya. 


Bahkan ketika sahabat Anda memposting foto rumah barunya atau memposting mobil barunya.


Juga ketika sahabat Anda memposting foto liburan ke luar negeri dengan pasangan atau keluarganya. 


Sahabat, 


Jika ada rasa iri terlintas dalam pikiran Anda semisal pikiran negatif Anda mengatakan; 


_"Sombong banget sih,  uang kok dipamerin,  paling juga dapat ngutang"_


_"Wah,  padahal pekerjaannya sih biasa-biasa saja dan dia bukan pejabat, jangan-jangan uangnya hasil korupsi !"_


_"Wah,  sombong sekali... emang yang bisa jalan-jalan ke luar negeri dia doang !"_


_"Wah sok banget sih...,  paling mobil barunya hasil kreditan!"_


Maka segeralah netralisir rasa iri dan pikiran negatif Anda dengan  kalimat yang yang positif dan memberdayakan. Berharaplah agar teman atau sahabat Anda itu lebih kaya dan berkelimpahan lagi, lebih dan lebih lagi. 


Iri dan dengki itu berbahaya 


Iri itu berbahaya untuk diri Anda.  Ketika diri Anda iri terhadap kekayaan atau kesuksesan orang lain maka Anda sedang memerintahkan pikiran bawah sadar Anda untuk menjauh dengan kekayaan dan kesuksesan. Mengapa ?  karena Anda memprogram pikiran bawah sadar Anda untuk tidak menyukai kesuksesan, kekayaan dan keberlimpaan. 


Sahabat, 


Ingatlah bahwa iri,  dengki, kesal dan marah mempunyai energi pada tingkat yang rendah. Memelihara itu semua berarti Anda sedang merusak diri Anda sendiri. Karena ketika Anda sedang iri dan membenci orang lain maka yang rusak bukanlah orang lain namun diri Anda sendiri. 


Sahabat, 


Cara yang paling efektif dan cepat rejeki Anda menjauh dari diri Anda adalah ketika Anda membenci,  mengutuk, menggerutu dan berburuk sangka terhadap kekayaan, keberlimpahan dan kesuksesan orang lain. 


Sebaliknya, jika Anda ikut senang dengan kekayaan orang lain itu berarti Anda sedang menunggu giliran kaya, ketika Anda ikut senang dengan kesuksesan orang lain itu berarti Anda sedang menunggu giliran sukses, ketika Anda ikut senang dengan kebahagiaan orang lain, itu berarti Anda sedang menunggu giliran Anda bahagia.


Singkatnya,  orang yang suka iri dan tidak suka dengan kekayaan orang lain maka dia akan susah kaya !


Yuukk..... ikut merasakan dan ikut mendoakan atas keberlimpahan dan kesuksesan orang lain, itulah cara termudah untuk mengalami hal yang sama dengan keberlimpahan dan kesuksesan orang lain.


Selamat siang sahabatku.... 


Salam sukses dan Berdaya, 


Didin S Winata

Selftalk Expert

LihatTutupKomentar