-->

HINDARI KESALAHAN INI SAAT MENJELASKAN KELEBIHAN PRODUK!

 HINDARI KESALAHAN INI SAAT MENJELASKAN KELEBIHAN PRODUK!

Pernahkah kamu melakukan 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡 𝐢𝐧𝐢?

"Bahannya adem dan nyaman."

"Jasa desain konten Instagram termurah dan terlaris."

"Sei Sapi enak dengan harga paling murah dan kualitasnya ga kaleng-kaleng!"


Sadar bagian mana yang salah?

Yaitu penjelasan produk yang 𝐚𝐛𝐬𝐭𝐫𝐚𝐤. Terlalu banyak olshop yang menjual gamis dengan klaim bahan adem. Bahan adem itu seperti apa? Jangan-jangan karena terlalu tipis dan nerawang makanya disebut adem.

Klaim dalam tulisan copy seperti di atas bisa menjadi bumerang bagi penjual ketika pembeli memprotes karena tidak mendapatkan barang yang sesuai.

Begitu pula ketika kita menggunakan kata terlaris, terenak, termurah, terlengkap, dan ter-ter sebagainya. Inilah kenapa dalam Etika Pariwara Indonesia dilarang menggunakan kata-kata superlatif dalam klaim.

Kita 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐭𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 yang mampu memperkuat klaim kita. Ketika kita bilang murah, memangnya kita yakin tidak ada toko lain yang menjual barang lebih murah?

Menyebutkan makanan yang kita jual sekadar "enak" atau "menggunakan bahan berkualitas" juga terlalu abstrak. Toko-toko lain pun mendeksripsikan produknya dengan cara yang sama. Sudah pasti ketika menjual makanan kita menyebutnya enak, tidak mungkin bilang rasanya tidak enak.

Coba deskripsikan dengan cara lain. Misalnya ketika menjual makanan berbahan dasar daging. Kita bisa mengatakan ini diproduksi dari daging segar yang langsung diolah setelah dipotong. Atau dari daging yang masih muda sehingga ketika dimasak menjadi kenyal.

Ketika menawarkan makanan laut, kita bisa mengatakan dagingnya manis karena dimasak dengan kematangan yang tepat dan tidak amis.

Untuk dapat mendeskripsikan produk dengan baik, kita perlu benar-benar memahami produk. Setelah itu baru kita lihat nilai uniknya dibanding produk serupa di pasaran.

Jangan malas dalam mendeksripsikan produk apalagi menggunakan kata-kata yang itu-itu saja dan dipakai semua orang. Enak, adem, dan murah sudah terlalu sering dipakai. 

Konsumen makin cerdas dan justru jadi tidak mudah tergiur dalam membeli ketika penjelasan produk hanya seperti itu.

LihatTutupKomentar