-->

Mari Lebih Komunikatif di Tahun 2021

 



Mari Lebih Komunikatif di Tahun 2021.. 


By : Didin S Winata 


Komunikasi seringkali menjadi pemicu buruknya sebuah hubungan,  baik itu hubungan antar keluarga (suami-istri,  orang tua-anak dan antar sesama anggota keluarga),  hubungan pertemanan, bertetangga maupun hubungan dengan rekan kerja. 


Lebih mengejutkan! Salah satu faktor terbesar berakhirnya hubungan perkawinan adalah buruknya komunikasi!.


Coba Anda periksa dan ingat-ingat kembali, apakah Anda punya pengalaman yang tidak mengenakan dengan seseorang akibat buruknya komunikasi ?


Buruknya komunikasi ini bisa berupa komunikasi yang tidak hangat,  malas berkomunikasi,  langsung atau 'to the point',  komunikasi agresif atau menyerang,  komunikasi satu arah dsb. 


Tidak ada orang yang tidak berkomunikasi. Hampir setiap manusia pasti berkomunikasi baik intrapersonal (dengan diri sendiri)  atau interpersonal (dengan orang lain). Bahkan jika kita diam dan tidak berkata-katapun sebenarnya kita sedang berkomumikasi. 

Contoh ketika seorang suami misalnya diam tak berbicara terhadap istrinya,  maka si istri akan menganggap atau menilai suaminya sedang ada masalah atau bahkan sedang marah pada dirinya. Ketika istri tidak ditegur atau didiamkan oleh suami,  maka istri akan sakit hati karena merasa diabaikan atau tidak dianggap. 


Maka hal-hal kecil seperti itulah yang dapat mengakibatkan buruknya hubungan suami-istri.


Silahkan ambil contoh sendiri penyebab buruknya hubungan anak dan orang tua atau atasan dan bawahan di tempat kerja. 


Apakah Anda merasa terganggu atau tersiksa jika ada hambata komunikasi?  Misalnya pasangan Anda tak mau ngomong atau tak acuh terhadap Anda. Anak Anda sangat sedikit dan jarang berkomunikasi. Teman Anda jika ngomong sangat menyakitkan, to the point tanpa basa-basi,  atau rekan kerja Anda yang sering menyinggung dan agresif dalam beekomunikasi. 


Komunikasi Asertif. Komunikasi asertif adalah komunikasi yang dilakukan oleh seseorang dengan baik. Seseorang itu dapat mengemukakan pendapatnya,  memberikan 'feedback' tanpa menyakiti atau menyinggung perasaan. Sedangkan komunikasi agresif adalah komunikasi yang sering membuat orang lain tidak suka atau tersinggung.


Contoh ketika anak kita sedang membunyikan radio dengan keras. Jika kita melakukan komunikasi 'agresif' maka kita langsung menyuruhnya untuk mematikan radio tersebut secara langsung. "Matikan radionya,  berisik! ". Orang tua yang melakukan komunikasi asertif akan berkata,  "tolong kecilkan volume radionya,  Ayah ingin istirahat sebentar! ".


Building Rapport :

Agar komunikasi Anda berjalan dengan hangat, lancar dan dapat diterima oleh lawan bicara,  maka lakukanlah 'Building Rapport' atau menjalin kebersamaan terlebih dahulu. 


Secara sederhana jika kita akan melakukan komunikasi dengan pasangan kita (misalkan isteri terhadap suami),  maka tanyakanlah bagaimana pekerjaan di kantor,  tentang perjalanan dari kantor, sediakanlah teh atau kopi kesayangannya,  dsb. Kemudian lakukan komunikasi dengan baik. Istilah ini lebih dikenal dengan basa-basi. Buruknya hubungan komunikasi kebanyakan komunikasi terlalu to the point atau tanpa basa-basi. Namun harus diingat,  komunikasi berlebihan juga membuat orang kurang suka. 


Basa-basi atau 'building rapport' ini langkah-langkah yang dapat memulai proses komunikasi agar berjalan dengan baik.  


Antusias. Lakukan komunikasi dengan antusias. Ekspresif dan berikan senyuman dengan tulus. Lakukan body language serta gerakan tubuh yang baik dan hangat. Sesuaikan intonasi atau pitch/nada bicara dengan siapa Anda berbicara dan berkomunikasi. 


Sesekali lakukan humor ringan dan janga  terlalu serius. Namun harus diperhatikan kapan kita akan melakukan humor. Humor akan lebih baik jika dilakukan jika suasana sudah cair.


Yang terakhir,  jangan melupakan 3 'magic words' dalam berkomunikasi, yaitu 'maaf, tolong dan terima kasih'.  Ini kelihatan sederhana namun membuat orang merasa dihargai dan kita akan disukai lawan bicara. 


So,  sebentar lagi kita alan memasuki tahun 2021, mari perbaiki cara berkomunikasi kita.  Jangan biarkan diri Anda dengan tetap melakukan komunikasi yang buruk,  agresif,  ketus,  to the point,  malas bicara,  tidak antusias, dan seadanya sehingga tidak ada perubahan dalam komunikasi Anda. hubungan akan menjadi lebih baik dengan pasangan Anda,  anak Anda,  teman atau relasi Anda jika komunikasi Andapun baik. 


Sekali lagi, "Tidak ada orang yang tidak berkomunikasi,  maka hati-hatilah dengan 'diam Anda' atau ketika Anda diam seribu bahasa dan tidak berbicara dengan pasangan Anda,  teman atau Keluarga Anda.

Buruknya sebuah hubungan adalah karena buruknya komunikasi. 

So,  Improve your communication skill and increase your quality of your life! 


Thanks... Arigatooo

DSW

LihatTutupKomentar