-->

𝟱 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗶𝗺𝗲𝘁𝗲𝗿𝘀 𝗽𝗲𝗿 𝗦𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱


 #InfoEB #Jepang #Anime

Repost, 15 November 2020.

𝟱 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗶𝗺𝗲𝘁𝗲𝗿𝘀 𝗽𝗲𝗿 𝗦𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱

SPOILER!


𝗘𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝟭: 𝗖𝗵𝗲𝗿𝗿𝘆 𝗕𝗹𝗼𝘀𝘀𝗼𝗺

Pada tahun 1991, Akari Shinohara pindah ke SD di Tokyo. Di sana, ia berteman baik dengan seorang murid laki-laki yang bernama Takaki Tono. Takaki dan Akari mempunyai banyak kesamaan. 

Diantaranya adalah mereka berdua sama-sama sering sakit-sakitan dan ketika pelajaran olahraga mereka berdua memilih menghabiskan waktu bersama di perpustakaan. 

Kadang-kadang mereka berdua juga pergi untuk melihat bunga sakura. Takaki dan Akari terlalu dekat hingga teman sekelasnya sering menggoda mereka berdua. Namun mereka berdua tak terlalu memusingkannya.

Namun pada tahun 1994, tepatnya sebelum mereka berdua lulus dari SD, lewat telepon, Akari memberitahu kepada Takaki bahwa setelah lulus SD ia akan pindah ke Prefektur Tochigi. Akari menyampaikannya sambil menangis, begitupun Takaki juga sangat sedih saat mendengarnya. Takaki berfikir ia dan Akari akan masuk ke SMP yang sama lalu bersama selamanya, namun ternyata ia salah.

1995, Takaki dan Akari kini telah SMP. Mereka masih berhubungan dengan saling mengirim surat, mereka melakukan itu agar tak saling melupakan. Pada tahun itu pula keluarga Takaki akan pindah jauh ke Prefektur Kagoshima. 

Mengetahui hal itu, Akari sangat sedih, kepindahan Takaki akan membuat mereka berdua semakin sulit untuk bertemu lagi. 

Menyadari hal itu, Takaki memutuskan untuk pergi menemui Akari di Tochigi. Akari sangat senang setelah mengetahui hal itu dan ia berjanji untuk menunggu Takaki di sana.


𝟰 𝗠𝗮𝗿𝗲𝘁 𝟭𝟵𝟵𝟱

Seminggu sebelum keluarga Takaki akan pindah ke Kagoshima, tepatnya pada 4 Maret 1995, Takaki memutuskan untuk pergi menemui Akari di Tochigi. 

Takaki menuliskan semua rencana keberangkatannya di sebuah surat yang diberi nama "Rencana 4 Maret"

Takaki pun memulai perjalanannya menggunakan Shinkansen yang berangkat dari Stasiun Shinjuku (Tokyo) pada pukul 4 sore. Dalam perjalanannya, kereta yang ditumpangi Takaki selalu mengalami masalah karena hujan salju yang turun dengan sangat lebat sehingga kereta selalu mengalami keterlambatan. Dan juga kereta selalu berhenti lama di setiap stasiun.

Rencananya Takaki akan sampai di Stasiun Iwafune (Tochigi) pada pukul 7 malam. Namun karena masalah pada kereta yang ditumpanginya akhirnya ia terlambat untuk sampai di sana. 

Ia pun mengalami kegelisahan karena khawatir jika Akari sudah pergi dari stasiun karena dirinya yang tak kunjung sampai. Ditambah udara dingin yang semakin menusuk dan ia juga mengalami kelaparan di tengah perjalanan. 

Surat yang akan ia berikan pada Akari yang berisi perasaannya yang sebenarnya juga terbang terbawa angin saat ia berada di Stasiun Oyama.

Takaki akhirnya baru sampai di Stasiun Iwafune (Tochigi) pada pukul 11 malam. Ia terkejut karena ternyata Akari masih berada di sana untuk menunggunya. Saat Akari sadar bahwa Takaki telah sampai, ia pun menangis. 

Mereka berdua lalu makan bersama di stasiun dengan makanan yang dibawa oleh Akari sambil mengobrol. Tengah malam tiba dan penjaga stasiun itu menyuruh keduanya untuk pulang karena stasiun akan ditutup sebentar lagi. 

Mereka berdua lalu pergi ke sebuah pohon sakura yang berada di dekat ladang. Di sana mereka berciuman dan saling berpelukan. 

Udara dingin yang berada di tempat itu seakan tak mereka berdua rasakan karena begitu hangatnya pelukan itu. 

Mereka berdua lalu pergi ke sebuah pondok kecil yang tak jauh dari pohon sakura tadi. Menghabiskan malam bersama sambil mengobrol dengan dibalut selimut hingga mereka berdua pun tertidur.

Keesokan paginya, Takaki kembali ke Tokyo. Sesaat sebelum keretanya berangkat, ia berjanji pada Akari ia akan selalu menghubunginya lewat telepon dan mengirim surat. Setelah kereta yang ditumpangi Takaki pergi. 

Akari membuka tasnya dan melihat surat yang ia ingin berikan pada Takaki. Keduanya memang telah menyiapkan surat, namun tak sempat mereka berikan.


𝗘𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝟮: 𝗖𝗼𝘀𝗺𝗼𝗻𝗮𝘂𝘁

1999. 4 tahun setelah ia pindah dari Tokyo. Takaki kini telah tinggal di Prefektur Kagoshima, tepatnya di Pulau Tanegashima. Pulau Tanegashima sendiri adalah lokasi dari Tanegashima Space Center, tempat Jepang melakukan peluncuran roket untuk dikirim ke luar angkasa. 

Ia kini telah duduk di kelas tiga SMA. Di sekolahnya ini, Takaki adalah anggota dari klub panahan. Ia berteman dekat dengan seorang murid perempuan yang bernama Sumida Kanae. Kanae telah menyukai Takaki sejak kepindahannya saat SMP. 

Ia selalu mencoba untuk menyatakan perasaannya, namun ternyata ia masih belum berani untuk melakukannya. Ia sangat gugup saat berada di dekat Takaki. Ia sebenarnya selalu berharap agar bisa mengatakannya sebelum lulus SMA.

Selain merasa cemas atas perasaannya pada Takaki, Kanae juga kebingungan untuk menentukan masa depannya. Tentang apa yang akan ia lakukan setelah lulus SMA.

Pihak sekolah memberikan sebuah survei keinginan setelah lulus pada murid-murid kelas 3. Survei itu berisi pilihan apakah akan lanjut berkuliah atau langsung bekerja. Di antara semua teman kelasnya, hanya Kanae yang belum mengisinya.

Sementara itu Takaki sudah jarang berkirim pesan dengan Akari. Ia masih mencintai Akari dan sangat merindukannya. 

Seringkali dalam tidurnya ia juga bermimpi bertemu dengan Akari. Mengenai masa depan Takaki, ia berencana untuk kembali ke Tokyo dan berkuliah di sana.

Suatu hari, saat Takaki dan Kanae pulang bersama dengan mengendarai motor masing-masing, iring-iringan truk menghalangi jalan mereka. Truk itu adalah milik dari NASDA (National Space Development Agency of Japan) yang sedang membawa perlengkapan untuk peluncuran roket. Mereka berdua baru mengetahui jika Jepang akan melakukan peluncuran roket lagi di pulau itu.

Beberapa hari kemudian, untuk kesekian kalinya Kanae akan menyatakan perasaannya pada Takaki. Ia juga berfikir jika hari ini ia tak mengatakannya, maka selamanya ia tak akan pernah mempunyai kesempatan lagi. Pada hari itu juga, NASDA akan melakukan peluncuran roket di pulau itu. 

Dan lagi-lagi Kanae gugup luar biasa sehingga ia kesulitan untuk mengatakannya. 

Takaki dan Kanae lalu pergi ke minimarket untuk sekedar membeli minuman. Saat Takaki dan Kanae ingin pulang kerumah masing-masing, motor Kanae mengalami masalah sehingga ia tak bisa menggunakannya. 

Ia pun memilih untuk berjalan ke rumah. Melihat hal itu, Takaki juga ikut menyimpan motornya di minimarket dan menemani Kanae berjalan menuju rumahnya. 

Saat sedang berjalan menuju rumah masing-masing, mereka berdua melihat dari kejauhan roket telah diluncurkan. Mereka terus melihat roket itu menggapai langit dan menembus atmosfer. 

Kanae baru menyadari bahwa selama ini Takaki hanya menganggapnya sebagai teman baik saja sehingga membuat ia tak mampu untuk menyatakan perasaannya pada hari itu. 

Ia menyadari bahwa Takaki tak pernah melihatnya dan Takaki selalu melihat sesuatu yang sangat jauh.

Keinginannya untuk bersama Takaki takkan pernah terwujud. Namun ia akan selalu menyukai Takaki sampai kapanpun. Membayanginya sambil menangis, lalu tertidur.


𝗘𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝟯: 𝟱 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗶𝗺𝗲𝘁𝗲𝗿𝘀 𝗽𝗲𝗿 𝗦𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱

Tahun 2008, Takaki kembali tinggal di Tokyo dan bekerja sebagai seorang programmer. Walaupun pekerjaannya bisa dibilang cukup bagus, sebenarnya hidupnya kini semakin dipenuhi dengan kesedihan dan kebobrokan. Sampai suatu hari di mana ia sudah tak mampu menahan semuanya, ia pun keluar dari pekerjaannya. 

Sementara itu Akari berpamitan kepada orangtuanya karena ia akan berangkat ke Tokyo untuk mempersiapkan pernikahannya dengan pria lain. 

Saat di kereta, Akari kembali mengingat saat kemarin ia menemukan surat yang dulu ingin ia berikan pada Takaki di kamarnya.  

Baik Takaki dan Akari, mereka berdua sudah tak saling mengetahui kabar masing-masing.  Mereka berdua lalu dipertemukan di mimpi. Mereka berdua bermimpi tentang masa lalu saat mereka berdua masih kecil. 

Saat mereka berdua bertemu, saat mereka berdua melihat bunga sakura bersama. Saat mereka berciuman dan berpelukan di bawah pohon sakura.

Musim semi kembali datang ditandai dengan mekarnya bunga sakura. Warna merah muda dari bunga itu pun seakan mempercantik kota Tokyo. 

Suatu hari, Takaki kembali mendatangi tempat ia sering melihat bunga sakura bersama Akari sewaktu kecil dulu. 

Saat ia melintasi rel kereta, ia berpapasan dengan seorang wanita, wanita itu adalah Akari. Mereka berdua baru menyadarinya setelah berada di sisi rel kereta masing-masing. 

Mereka berdua pun berbalik badan namun pandangan mereka terhalang oleh kereta yang tiba-tiba melintas. Namun setelah kereta itu melintas, Akari pun juga ikut menghilang.

Takaki hanya tersenyum, lalu ia pun kembali melanjutkan jalannya. Diikuti oleh bunga sakura yang terus berjatuhan di belakangnya.

Dari anime 5 Centimeters per Second karya Makoto Shinkai. Dirilis pada tahun 2007.

LihatTutupKomentar