-->

Sebuah Dongeng Tentang Digital Marketing Funneling

 


Mas A punya toko baju kerja "Guardiano" di mall. Untuk mendatangkan orang masuk ke toko, dia sebar-sebar brosur ke semua orang di mall.

Dari 100.000 brosur yang dia sebar (impressions), yang datang ke toko cuma 300 kunjungan (visits). Berarti Click Through Rate (CTR) cuma 0,3%.

Mas A penasaran, kok sedikit banget yang datang, padahal sudah 100.000 brosur disebar. Setelah dianalisa, kemungkinannya :

1. Audiensnya nggak jelas & nggak tepat

2. Visual & kata2 di brosurnya kurang menarik

3. Penawaran produknya kurang menarik

Akhirnya Mas A coba untuk :

1. Hanya menyebar brosur ke Mas-Mas dan Mbak-Mbak usia 25-35 tahun yang penampilannya cukup rapi.

2. Mengubah design brosur yang tadinya heboh jadi lebih minimalis dan professional.

3. Ngasih diskon 25% untuk semua orang yang datang bawa brosur.

Dari 70.000 brosur baru yang disebar, ada 700 kunjungan yang datang ke toko. Mas A happy karena CTR naik dari 0,2% jadi 1%. 

Pesan moral :

Di tahap awareness, pastikan kita mencuri perhatian target audiens kita dengan tepat.

Masalah selanjutnya adalah, 1.000 kunjungan ke toko (landing page / web), 50% pergi tanpa megang satu barang pun (bounce rate).

Ternyata masalahnya adalah :

1. Promo yang ada di brosur nggak ditaruh di depan toko

2. Layout toko membingungkan

3. AC mati

4. Pelayanan lama.

Kita sering lihat :

1. Iklan promonya apa tapi saat diklik isinya beda 

2. Layout & experience di website bikin nggak betah

3. Loading lama

Ini bikin orang-orang yang udah datang jadi langsung keluar lagi. Memperbaiki ini bisa menurunkan bounce rate.

Selanjutnya adalah berapa banyak orang yang masuk toko (visit) ke beli (convert). 

Ternyata yang cuma ada 30 pembelian dari total 1.000 kunjungan atau Conversion Rate (CR / CVR) 0.3%.

Kalau sudah di tahap ini, analisisnya selain experience di website nggak enak adalah :

1. Orang yang masuk ke toko nggak sesuai dengan sgmen pasarnya

2. Isu dengan produknya (harga, tipe, kepopuleran merk)

3. Penawaran produk nggak menarik

Berarti Mas A harus lihat-lihat lagi apakah harganya sudah lebih oke daripada harga kompetitor, dan apakah keunggulan produknya sudah dikomunikasikan dengan tepat.

Di bagian ini perlu copywriting dan visual yang ngena sehingga calon pembeli yakin sama produknya.

Dari 30 pembelian, cuma 1 orang nih yang review positif. Padahal penting bangun reputasi buat toko baju baru. 

Di tahap ini, kita bisa :

1. Kasih insentif (misalnya diskon untuk pembelian selanjutnya) biar pada mau ngasih review

2. Survey / interview kepuasan ke para pembeli

Lumayan banyak ya perjuangan Mas A untuk membawa lebih banyak orang dan mempertahankan pelanggannya. Semuanya bisa dilakukan dengan melihat data, seperti di Google Analytics dll.

1. Plan

2. Execute

3. Monitor

4. Evaluate

Kembali ke nomor 1.


Semoga dongeng tentang digital marketing funnel ini bermanfaat ya. Terima kasih sudah mengikuti thread ini. Sehat-sehat selalu semuanya.


Sumber: https://twitter.com/andinrahmana?s=09

LihatTutupKomentar